Ms.
Excel
·
Sorting
Sort adalah perintah untuk mengurutkan data berdasarkan
kondisi tertentu. Cara menggunakan perintah ini adalah sebagai berikut :
Tempatkan kursor di dalam tabel
data.
Klik menu Data.
Kotak dialog Sort akan tampil
seperti berikut ini.
Keterangan:
• Bagian Sort by berisikan
nama field atau nama kolom yang digunakan sebagai acuan pengurutan data.
• Bagian Sort On digunakan
untuk menentukan tipe data yang ingin diurutkan.
• Bagian Order digunakan
untuk menentukan kondisi pengurutan data, yaitu secara Ascending (menaik) atau
Descending (menurun).
• Tombol Add Level digunakan
jika kita ingin mengurutkan data pada beberapa kolom atau beberapa baris
sekaligus.
• Tombol Options digunakan
untuk menentukan arah pengurutan data, apakah berdasarkan kolom (dari atas ke
bawah) atau berdasarkan baris (dari kiri ke kanan).
• Pilihan My data has
headers sebaiknya diaktifkan agar pada bagian Sort by dapat terlihat
judul kolom atau judul baris yang terdapat pada tabel.
Sebagai contoh, pada tabel karyawan
berikut yang telah diurutkan berdasarkan UNIT KERJA
Untuk mengurutkan nama karyawan dari A sampai
ke Z, pilih fieldNAMA pada bagian Sort by lalu
tekan tombol Ok.
Perhatikan tampilan data yang telah
mengalami perubahan seperti berikut ini. Kolom NAMA masing-masing
unit kerja telah diurutkan.
·
Data
Volidation
Data validation adalah fitur pada Excel dimana kita bisa
menetapkan aturan dan batasan pada suatu cell sehingga apabila terjadi
pelanggaran dari aturan / batasan akan menyebabkan data menjadi tidak valid.
Namun jika terdapat banyak cell yang menerapkan data validation,
dan kita ingin mencari cell-cell tersebut. Bagaimanakah caranya ? Berikut ini
adalah caranya.
- Pada
sheet yang sedang aktif dan memiliki cell-cell data validation, klik tab Home pada
ribbon.
- Pada
bagian Editing klik tombol Find & Select.
- Dari
daftar dropdown yang muncul, klik pilihan Data
Validation.
- Hasil
pencarian menunjukkan cell-cell yang memiliki validasi data (data
validation) dengan highlight warna abu-abu muda. Sedangkan heading kolom /
baris yang memiliki data validasi ditunjukkan dengan warna orange.
5.
Selesai.
·
Filter
Filter adalah
perintah untuk menyaring data dengan kriteria tertentu, dimana kriteria
tersebut kita tentukan sendiri sesuai dengan yang kita butuhkan. Fasilitas ini
sangat berguna, terutama jika kita bermaksud untuk mencari beberapa data saja
dari sebuah data yang kompleks.
Contoh penggunaan perintah ini adalah sebagai berikut :
Buka tabel data yang akan disaring datanya, misalnya Daftar Nama Karyawan berikut :
Contoh penggunaan perintah ini adalah sebagai berikut :
Buka tabel data yang akan disaring datanya, misalnya Daftar Nama Karyawan berikut :

Klik menu Data lalu pada ribbon-bar klik Filter.
Sekarang perhatikan tabel data kita. Akan tampak tombol panah kecil di setiap nama field. Tombol panah kecil tersebut digunakan untuk menyaring data pada field yang bersangkutan (misalnya field Divisi). Pilih divisi data yang ingin Anda saring melalui tombol panah kecil tersebut (misalnya data yang akan ditampilkan Divisi Sekretaris Perusahaan saja)
Contoh hasil yang didapat sebagai berikut.
Untuk menghilangkan fasilitas Filter ini, klik kembali tombol Filter pada ribbon-bar.
·
Fungsi
Vlookup Dan Hlookup Pada Ms. Excel
Vlookup
Fungsi vlookup merupakan sebuah fungsi Ms. Excel yang kurang
lebih berfungsi untuk mencari atau melihat sebuah data “look” dari suatu table
secara vertical. Lihat contoh gambar table dibawah ini
Jika terdapat daftar penjualan barang dalam sebulan dengan
menggunakan kode kode diatas, dan kita harus mendapatkan total pemasukan dari
penjualannya, hal termudah adalah menggunakan fungsi Vlookup adapun syntaknya
sebagai berikut
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,column_index_number,[range_lookup])
Penyelesaian
Terlihat dalam gambar fungsi vlookup sebagai berikut =VLOOKUP(G2,$B$2:$E$7,3,0)
• G2 ; merupakan letak cell kode yang akan dicari (lookup value)
• $B$2:$E$7 ; merupakan lokasi ataupun daerah cell table
keterangan dari kode tersebut (Table array), perhatikan tanda $, tanda tersebut
merupakan pengunci cell agar saat formula di copy cell tidak bergeser
• 3 ; merupakan nomor kolom yang akan ditampilkan (column index
number), kolom 3 merupakan kolom harga, kolom 2 yaitu kolom jenis, kolom 4
adalah kolom kualitas, sedangkan kolom pertama yaitu kode itu sendiri
• 0 ; merupakan range lookup, dalam point ini range lookup dapat
anda isikan true “benar” kode dalam table urut atau sesuai abjad, jika tidak
hasil lookup akan terdapat #N/A atau tidak sesuai, jika range lookup anda
isikan false “salah” hasilnya akan sesuai meskipun table dalam kondisi tidak
urut, untuk angka 0 dapat diartikan “false”
Satu contoh kasus yang lebih kompleks, jika terdapat sebuah
kode, dimana kode tersebut merupakan gabungan beberapa data yang sengaja
disingkat agar lebih simple, Misalkan terdapat sebuah kode di pabrik konveksi,
kita disuruh menentukan harga penjualan sebuah kain berdasarkan waktu produksi,
kualitas, dan warna kain
0610AR, “0610” merupakan bulan
dan tahun produksi, “A” kualitas kain, dan “H” warna kain
Dapat
dipastikan kita akan memiliki beberapa tabel harga ataupun potongan menurut
1. Waktu produksi kain
2. Kualitas kain
3. Warna Kain
Untuk penyelesaian menggunakan fungsi vlookup dalam Ms. Excel sebagai berikut
1. Waktu produksi kain
2. Kualitas kain
3. Warna Kain
Untuk penyelesaian menggunakan fungsi vlookup dalam Ms. Excel sebagai berikut
• Pisahkan kode tersebut menjadi tiga kode dalam cell yang
berbeda menggunakan fungsi Right, Mid dan Left, Untuk penjelasan ketiga fungsi
tersebut baca posting tentang “Fungsi
Left, Mid dan Right pada Ms. Excel”
• Jika bentuk kode Tanggal pada table sebagai berikut,
Maka kode yang kita ambil hanya pada bulannya saja “0610”
menjadi “6” dengan cara mengganti formula Left menjadi seperti gambar dibawah,
Value adalah converter dari text menjadi angka *Penjelasan Fungsi Value dapat anda baca pada “Fungsi Value pada Ms. Excel”
• Langkah berikutnya adalah menamai ketiga table tersebut pada
“name box”, Kegunaan menamai table tersebut agar dalam penulisan formula kita
tidak susah payah untuk blog “table_array” atau lokasi table, untuk lebih
detailnya lihat gambar
Lakukan seperti hal tersebut pada table kualitas dan harga dengan nama “name box” yang berbeda.
• Cari hasil lookup dari ketiga kode tersebut sehingga mendapatkan hasil table sesuai kode
Hasil daru formula diatas adalah 0.12 kenapa bukan 12%? Saya
katakana sama saja, 12% adalah persentase dari pecahan 12/100 yang merupakan
decimal dari angka 0.12 “mungkin anda sudah mengerti karena di SD kelas 3 sudah
di bahas dalam satu semester”, lakukan pada kedua kode selanjutnya
Coba ubah Kode pada cell B3, contoh dengan kode 1110CB atau yang
lainnya, cek hasil lookup dengan table apakah sesuai atau tidak, jika tidak
sesuai maka akan tertulis #N/A , untuk menghindarinya dapat anda gunakan fungsi“Iferror”,
• Langkah selanjutnya tinggal mencari harga dari kode tersebut
yaitu sebagai berikut,
Didalam pelajaran sekolah mungkin kita telah mempelajari
matematika dengan bab rugi laba ataupun bunga dan potongan harga, jadi dari
contoh soal diatas dapat kita ambiil syntak harga sebagai berikut :
Ha = Hs – { Hs x ( Pk + Pp )}
Ha : Harga setelah diskon
Hs : Harga sebelum diskon
Pk : Diskon menurut Kualitas barang
Pp : Diskon menurut Bulan Produksi
Dalam penghitungan di Ms. Excel dapat dituliskan sebagai berikut
Jika anda sudah biasa menggunakan Excel, mungkin formula ini lebih cocok untuk anda, yaitu formula dimana pembahasan panjang lebar diatas hanya disingkat kedalam satu formula saja.
Hlookup
Hlookup adalah sebuah fungsi yang sama dengan vlookup hanya saja
terdapat perbedaan pada lookup data dimana vlookup secara vertical sedangkan
hlookup secara horizontal, untuk lebih jelasnya saya sertakan sampel agar lebih
dapat dipahami. Dalam kasus soal diatas pada penghitungan vlookup terdapat
hasil harga berdasarkan kode yang tersedia, jika terdapat table potongan harga
menurut banyaknya penjualan dimana table tersebut disajikan secara horizontal
seperti gambar dibawah ini,
• Pertanyaan :
Pada gambar diatas terllihat table dimana pada kilogram hanya
terdapat angka kelipatan 10, bagaimana jika pembelian pada angka 45? Bagaimana
penghitungan dalam formula excel untuk mendapatkan persentase pada angka
tersebut jika pada lookup value tidak ada angka 45?
• Jawaban :
Kita gunakan pembulatan kebawah, 45 kita jadikan 40, 56 jadikan
50, 99 jadikan 90 walaupun angka tersebut dekat dengan angka 100. Adapun caranya
menggunakan fungsi “INT” untuk penjelasan fungsi tersebut silahkan cari di
kategori Excel pada blog ini
Int merupakan fungsi Excel yang berguna untuk membuat pecahan
ataupun decimal ke dalam bilangan bulat dengan cara pembulatan kebawah, /10 saya
gunakan agar 45 menjadi bilangan decimal yaitu 4,5 setelah itu akan di bulatkan
menjadi 4 oleh fungsi INTdan akhirnya saya kalikan 10 kembali sehingga menjadi
angka 40, tapi itu tak penting yang penting anda tau maksud dari penggunaan
fungsi hlookup yang akan saya bahas di bawah ini
Penggunaan Hlookup pada kasus di atas agar mendapatkan potongan
harga sebagai berikut,
• $C$4:$M$5 = Adalah table_array atau lokasi table yang
sebenarnya penulisannya sebagai berikut C4:M5, akan tetapi terdapat tanda dolar
$, tanda tersebut berfungsi untuk mengunci cell, untuk lebih jelasnya lihat
“Penggunaan fungsi Ms. Excel”, sebenarnya anda dapat menggunakan cara seperti
pembahasan Vlookup yaitu menamai table pada name box, tetapi akan lebih baiik
jika anda memiliki pengetahuan lebih
• Lihat lingkaran merah di “row_index_num” berbeda pada formula
Vlookup dimana tertulis “col_index_num”, disitulah perbedaannya jika penyajian
table secara vertical ataupun kolom (column) maka kita menggunakan fungsi
vlookup, jika penyajian table secara horizontal, baris atau sering disebut
(row) maka kita menggunakan fungsi Hlookup
=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_number,[range_lookup])
• Lihat lingkaran kedua, #N/A berarti dalam table tidak ada
angka tersebut, bukannya 230 merupakan >100? Benar, akan tetapi dalam table
tidak terdapat angka 230 hanya >100. Untuk mengatasi hal tersebut maka kita
perlu menggunakan fungsi “If” atau “Iferror”
Penggunaan if
“Hlookup(“>100”,$C$4:$M$5,2,0) dapat langsung anda ganti “0.5” yang merupakan hasil dari fungsi tersebut
Penggunaan iferror
Untuk penjelasan fungsi IF dan IFERROR silahkan lihat pada kategori Excel di blog ini
Setelah saya
perhatikan ternyata ada beberapa kesalahan seperti kolom potongan saya isi
dengan hasil pembulatan kebawah dan kolom pembayaran terisi oleh potongan
harga, nah dibawah ini gambar secara lengkap yang telah direvisi serta
pemadatan formula agar simple.



























Tidak ada komentar:
Posting Komentar